Minggu, November 23, 2008

INDODEFENCE 19- 22 November 2008

Untuk kedua kali nya saya di undang Departmen Pertahanan untuk menghadiri INDODEFENCE Expo dan Forum ini. Untuk tahun ini saya di undang Departemen Pertahanan untuk seminar Air Safety dan Kebijakan pemerintah di bidang teknologi pertahanan. Pembicaraan didalam seminar ini hampir semuanya mencangkup bidang militer dari teknologi nya sampai sumber daya manusia nya, yang saya kira tidak cukup di bicarakan di sini. Pada saat yang bersamaan mengenai Air Safety, TNI AL dan AU memberikan kesempatan saya untuk mengetahui bagaimana prosedur Air Safety pesawat sebelum take off, landing dan refuelling. Taking Charge as a co-pilot. Hoo.. Haa..!!

Selain diundang untuk seminar saya juga diundang untuk memperagakan peralatan keamanan dari salah satu perusahaan Inggris (sengaja gak mau sebutin karena nanti dibilang iklan lagi), yaitu Stunt Gun, Stunt Baton dan Expandable Baton. Peralatan di tujukan untuk Pasukan Brimob Pelopor dan TNI (Pasukan Anti Huru-Hara). Peralatan tersebut memang bukan barang baru di dunia keamanan (security), sudah banyak di gunakan di satuan-satuan kepolisian di luar negeri dan pasukan anti terror. Salah satu nya yang paling banyak di pergunakan adalah Expandable Baton.

Disela-sela seminar dan peragaan. Saya sempatkan untuk melihat stan dari PT. PINDAD dan PT Dirgantara Indonesia. Yang benar-benar mencuri perhatian saya adalah pistol PS-1 (Masih dalam penelitian dan Pengembangan), pistol yang mirip Desert Eagle dengan kaliber kecil 5,56mm ini, menurut pengakuan staff PT. PINDAD mampu menembus plat baja 10mm. Pistol yang dibuat rencana ditujukan untuk KOPASSUS SATGULTOR memang sangat cocok bagi satuan anti terror yang dibutuhkan untuk gerak cepat. Selain pistol ada pula persenjataan besar yang sedang dalam penelitian dn pengembangan yaitu Panser Canon PINDAD. Two thumbs up untuk Indonesia

Selain senjata made in PT. PINDAD saya lihat pula ke stan PT. Dirgantara Indonesia (DI). Terutama ke CN235 – 220 MPA, pesawat dibuat untuk patroli maritime ini mengusung avionic dan peralatan intai menggunakan Thales ini sangat cocok untuk Negara Indonesia tapi mengapa hanya sedikit di punyai TNI?? Pertanyaan ini kembali mentok ke anggaran TNI. Klo boleh berhayal nih, TNI punya satu skuadron PC-3 Orion wahhhh gak bakalan ada yang nyolong ikan di laut kita hehehe.. Dream on….

Memang sangat disayangkan bila kita lihat kemampuan TNI menjaga Negara kita yang sangat luas ini mempunyai peralatan yang sangat minim. Kita akui kalau TNI kita sangat tertingal untuk hal ALUTSISTA (Alat Utama Sistem Senjata) dibanding dengan negara-negara tetangga ASEAN. Walau begitu secara SDM TNI kita gak kalah lo!! Dalam hal lomba, tembak jitu, reaksi dan sniper kita berkali-kali juara 1, dan hal yang sangat membanggaan adalah persenjataan yang digunakan menggunakan buatan PT. PINDAD, Two thumbs up again for Indonesia.

Selain produk Indonesia yang mencuri perhatian saya, ada juga salah satu Panser di cat putih dengan logo UN disampingnya, yang mengingatkan peristiwa pilu ex-rekan satu tim saya, sewaktu “Dia” bertugas Di Darfur, Sudan. Semoga amal ibadah nya di terima di sisi Allah SWT. Your family are in good hand mate!!

Jadi apa sangkut paut nya INDODEFENCE 2008 dengan KOMANDO INDONESIA. Yang jelas ada! Saya secara tidak langsung saya memperagakan teknik-teknik Krav-Maga sewaku peragaan Expandable Baton didepan peserta INDODEFENCE 2008. HOO… HAA.. !!

3 komentar:

Toper mengatakan...

kok tampang lo disitu lebih muda mas? hahahahahahaa...

inderamaia mengatakan...

1. PINDAD EMANK TE O PE BE GE TE!!!... hahahaha... (ngiler liat produknya ,walo' masih "alpha" :D)

2. orang Indonesia pada "jago" justru karena keterbatasannya... sama seperti manusia... "sempurna karena kekurangannya"

3. bikin "official site" ,napa'?!... biar kerenan dikit ,gitu'... :D

David mengatakan...

@Toper
Gw mang masih muda sob, rese lo!

@inderamaia
Official website dalam proses finalize, sedang edit video. Insyallah awal December website Komando Indonesia sudah launch. Thank you for your kind attention.